Berdasarkan Kompas, Danantara mengalokasikan investasi sekitar 8 miliar dolar AS pada tahun lalu. Tahun 2026 menjadi fase krusial bagi Danantara untuk meningkatkan kontribusinya terhadap pembiayaan pembangunan Indonesia. Bagi investor yang ingin memahami peluang investasi strategis di Indonesia, memahami Danantara adalah langkah penting.
Namun, masih banyak investor yang bingung bagaimana memanfaatkan momentum investasi Danantara untuk portofolio mereka. Informasi yang simpang siur dan pemahaman yang kurang mendalam tentang sovereign wealth fund Indonesia ini sering membuat investor kehilangan peluang.
Artikel ini akan membahas 7 tips investasi cerdas terkait ekosistem Danantara, sektor-sektor prioritas yang menjadi fokus, dan bagaimana investor retail dapat memanfaatkan momentum ini. Semua informasi berbasis data terverifikasi dari sumber resmi pemerintah dan institusi kredibel.
Berdasarkan data terverifikasi, Danantara adalah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara yang mengelola aset mencapai US$ 1 triliun. Lembaga ini menjadi motor penggerak investasi Indonesia 2026 dengan fokus pada sektor-sektor strategis.
Apa Itu Danantara dan Mengapa Penting untuk Investor?

Mengenal Danantara: Sovereign Wealth Fund Indonesia
Danantara Indonesia, secara resmi dikenal sebagai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), adalah institusi pengelola investasi strategis yang dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025. Nama “Danantara” berarti “kekuatan masa depan Nusantara” yang mencerminkan visi jangka panjang lembaga ini.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran Danantara yang mengelola aset (asset under management/AUM) sebesar US$ 1 triliun, sejajar dengan lembaga pengelola dana global lainnya. Angka ini memposisikan Danantara sebagai salah satu sovereign wealth fund terbesar di dunia.
Danantara mengambil alih kepemilikan pemerintah di berbagai BUMN strategis, termasuk Bank Mandiri, BRI, BNI, PLN, Pertamina, Telkom Indonesia, dan MIND ID. Dengan portofolio ini, Danantara bertujuan mengoptimalkan manajemen dividen dan investasi pemerintah untuk mendukung pembangunan nasional.
Langkah Praktis untuk Investor:
- Pelajari sektor-sektor yang menjadi fokus Danantara untuk identifikasi peluang investasi
- Pantau pengumuman resmi proyek-proyek yang didanai Danantara
- Perhatikan emiten BUMN yang berada di bawah pengelolaan Danantara
- Diversifikasi portofolio dengan mempertimbangkan sektor prioritas Danantara
- Gunakan momentum investasi Danantara sebagai indikator sektor yang akan berkembang
7 Sektor Prioritas Investasi Danantara 2026

1. Energi Terbarukan dan Transisi Energi
Dalam horizon 12-24 bulan ke depan, fokus investasi Danantara diarahkan pada energi terbarukan dan transisi energi, infrastruktur digital, layanan kesehatan, ketahanan pangan, dan pengolahan hilir. Sektor energi menjadi prioritas utama dalam transformasi ekonomi Indonesia.
Berdasarkan dokumen Kompas, enam proyek yang didanai Danantara dijadwalkan groundbreaking pada Februari 2026. Di antaranya adalah fasilitas produksi bioavtur di Kilang Cilacap, Jawa Tengah, dan fasilitas bioetanol di Banyuwangi, Jawa Timur. Proyek-proyek ini mendukung transisi energi dan pengembangan industri penerbangan berkelanjutan.
Danantara juga mengembangkan proyek Waste-to-Energy (WtE) di delapan lokasi tahap pertama dari 33 lokasi yang ditetapkan pemerintah. Proyek ini tidak hanya menyelesaikan krisis sampah nasional tetapi juga menciptakan sumber energi alternatif untuk kota-kota besar.
Peluang Investasi:
- Emiten yang bergerak di sektor energi terbarukan dapat mengalami pertumbuhan
- Perusahaan teknologi pengelolaan limbah dan WtE berpotensi mendapat pendanaan
- Sektor pengembangan bioenergi menjadi area pertumbuhan jangka panjang
- Produsen komponen energi bersih dapat menjadi supplier proyek Danantara
2. Hilirisasi Industri dan Pengolahan Mineral
Dua proyek berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat: smelter aluminium dan fasilitas produksi smelter-grade alumina (SGA) dari bauksit. Kedua proyek ini bertujuan memperkuat kontrol rantai nilai aluminium dari hulu ke hilir.
Sektor hilirisasi menjadi kunci kebijakan industrialisasi Indonesia. Danantara fokus pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam melalui pengolahan dalam negeri. Ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk industrialisasi signifikan.
Berdasarkan Antara News, Rosan Roeslani menyatakan bahwa pada 2026, Danantara akan meningkatkan investasi di berbagai sektor strategis termasuk hilirisasi dan kimia. Proyek-proyek ini tidak hanya menciptakan nilai tambah tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja.
Strategi Investasi:
- Perhatikan emiten di sektor pertambangan dengan fokus hilirisasi
- Perusahaan smelter dan pengolahan mineral dapat mengalami apresiasi nilai
- Sektor logam dasar menjadi area yang menarik untuk investasi jangka menengah
- Diversifikasi dengan saham perusahaan yang terlibat dalam rantai pasok hilirisasi
3. Infrastruktur Digital dan Teknologi
Infrastruktur digital menjadi salah satu pilar investasi Danantara untuk mendukung transformasi ekonomi digital Indonesia. Dengan populasi mendekati 300 juta orang dan penetrasi internet yang terus meningkat, sektor ini memiliki potensi pertumbuhan eksponensial.
Investasi di infrastruktur digital tidak hanya mencakup jaringan telekomunikasi tetapi juga data center, cloud computing, dan ekosistem fintech. Danantara memposisikan sektor ini sebagai enabler untuk pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor lainnya.
Menurut CIO Danantara Pandu Patria Sjahrir, strategi investasi 2026 difokuskan pada proyek-proyek yang memberikan nilai tambah signifikan bagi ekonomi Indonesia. Infrastruktur digital menjadi fondasi bagi ekosistem bisnis modern dan inovasi.
Peluang untuk Investor:
- Emiten telekomunikasi dengan rencana ekspansi infrastruktur
- Perusahaan data center dan cloud computing
- Sektor fintech yang mendukung inklusi keuangan
- Platform digital yang terintegrasi dengan program pemerintah
4. Ketahanan Pangan dan Pertanian Modern
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan, pembangunan awal (groundbreaking) peternakan ayam pedaging dan petelur akan dilakukan pada Jumat (6/2) pekan ini. Investasi di sektor pangan mencapai Rp 20 triliun, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam ketahanan pangan.
Proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini melibatkan BUMN sektor pangan seperti PT Perkebunan Nusantara III dan PT Berdikari. Model produksi modern ini mengintegrasikan proses pembibitan, pakan, budidaya, pengolahan, dan distribusi dalam satu sistem.
Berdasarkan Kompas, Danantara juga mengembangkan empat pabrik garam untuk memasok industri Chlor-Alkali Plant di Gresik, Sampang (Jawa Timur), dan Balikpapan (Kalimantan Timur). Proyek ini mendukung kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan impor.
Strategi Investasi Cerdas:
- Emiten agribisnis dengan model terintegrasi berpotensi tumbuh
- Sektor pakan ternak dan peternakan industri menjadi area menarik
- Perusahaan teknologi pertanian (agritech) dapat menjadi beneficiary
- Diversifikasi dengan saham perusahaan distribusi dan cold chain
5. Layanan Kesehatan dan Infrastruktur Medis
Sektor kesehatan menjadi prioritas Danantara untuk meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Dengan populasi besar dan kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat, sektor ini memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
Investasi di sektor kesehatan tidak hanya mencakup rumah sakit dan klinik, tetapi juga manufaktur alat kesehatan, farmasi, dan teknologi kesehatan digital. Danantara memposisikan kesehatan sebagai investasi pada kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menegaskan bahwa Danantara akan berinvestasi lebih banyak di tahun 2026, termasuk di bidang kesehatan. Fokus ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan akses layanan kesehatan berkualitas.
Peluang Investasi:
- Emiten rumah sakit dan jaringan klinik dengan ekspansi regional
- Perusahaan farmasi dan manufaktur alat kesehatan
- Platform healthtech dan telemedicine
- Sektor asuransi kesehatan dan managed care
6. Kawasan Industri dan Properti Strategis
Danantara mengembangkan kawasan industri terintegrasi untuk mendukung industrialisasi dan hilirisasi. Kawasan-kawasan ini dirancang dengan infrastruktur lengkap untuk menarik investasi swasta dan menciptakan klaster industri yang efisien.
Salah satu proyek strategis adalah Proyek Kampung Haji di Makkah, yang diinisiasi melalui Inpres No. 15/2025. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kualitas akomodasi jamaah haji Indonesia dan memperkuat ekosistem halal. Inisiatif ini diperkirakan membuka hingga 7.500 lapangan kerja dan menciptakan nilai ekonomi lebih dari Rp 2,5 triliun per tahun.
Investasi di properti strategis tidak hanya memberikan return finansial tetapi juga mendukung sektor riil melalui penyediaan infrastruktur yang memadai. Danantara memposisikan properti sebagai enabler untuk pertumbuhan sektor lainnya.
Strategi untuk Investor:
- Emiten properti dengan fokus kawasan industri dan logistik
- Perusahaan pengembang infrastruktur terintegrasi
- REIT (Real Estate Investment Trust) yang berinvestasi di properti strategis
- Sektor konstruksi dan material bangunan yang mendukung pembangunan
7. Jasa Keuangan dan Pasar Modal
Danantara akan menempatkan dana investasi-nya di pasar modal domestik pada pekan ini. CIO Danantara Pandu Sjahrir menyampaikan bahwa keputusan masuk ke pasar saham didasari penilaian valuasi sejumlah emiten saat ini tergolong menarik.
Danantara menggunakan pendekatan selektif dalam berinvestasi di pasar modal. Kriteria yang diperhatikan adalah emiten dengan pertumbuhan baik (good growth), fundamental kuat (good fundamental), likuiditas tinggi (good liquidity), dan arus kas yang sehat.
Danantara Indonesia menyambut percepatan demutualisasi Indonesia Stock Exchange (IDX) sebagai bagian dari transformasi struktural pasar modal nasional. Langkah ini diharapkan memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memperdalam pasar modal Indonesia.
Peluang untuk Investor Retail:
- Ikuti strategi investasi Danantara dengan memilih emiten berkualitas
- Fokus pada saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi
- Perhatikan sektor-sektor yang mendapat perhatian Danantara
- Diversifikasi portofolio dengan reksa dana yang berinvestasi di emiten berkualitas
- Manfaatkan momentum positif dari kehadiran Danantara di pasar modal
Strategi Investasi Mengikuti Momentum Danantara

Memahami Kriteria Investasi Danantara
Berdasarkan pernyataan CIO Danantara, kriteria investasi yang digunakan sangat jelas: good growth, good fundamental, good liquidity, dan arus kas yang sehat. Investor retail dapat mengadopsi kriteria serupa untuk memilih emiten di portofolio mereka.
Good Growth: Perusahaan dengan pertumbuhan revenue dan profit yang konsisten, didukung oleh model bisnis yang scalable dan market yang besar.
Good Fundamental: Emiten dengan rasio keuangan sehat, manajemen kredibel, keunggulan kompetitif yang jelas, dan prospek industri yang positif.
Good Liquidity: Saham dengan free float tinggi, volume perdagangan konsisten, dan spread bid-ask yang ketat untuk memudahkan entry dan exit.
Arus Kas Sehat: Perusahaan dengan operating cash flow positif, kemampuan menghasilkan kas dari operasional, dan manajemen modal kerja yang efisien.
Diversifikasi Sektor Sesuai Prioritas Danantara
Investor dapat membangun portofolio terdiversifikasi dengan alokasi di sektor-sektor prioritas Danantara. Pendekatan ini memberikan exposure ke area pertumbuhan sambil mengurangi risiko konsentrasi.
Contoh alokasi portofolio: Energi Terbarukan (20%), Hilirisasi & Mineral (15%), Infrastruktur Digital (15%), Ketahanan Pangan (15%), Kesehatan (15%), Jasa Keuangan (10%), Properti Strategis (10%).
Proporsi ini dapat disesuaikan dengan profil risiko, horizon investasi, dan tujuan finansial masing-masing investor. Yang penting adalah memahami fundamental sektor dan emiten yang dipilih.
Memanfaatkan Instrumen Investasi Kolektif
Bagi investor yang ingin exposure ke strategi Danantara tetapi memiliki keterbatasan waktu atau keahlian untuk analisis individual, reksa dana saham dapat menjadi pilihan. Manajer investasi profesional melakukan analisis mendalam dan memiliki akses ke informasi yang lebih luas.
Pilih reksa dana dengan portofolio yang align dengan sektor prioritas Danantara. Perhatikan track record manajer investasi, expense ratio, dan konsistensi kinerja. Diversifikasi juga dapat dilakukan dengan berinvestasi di beberapa reksa dana dengan strategi berbeda.
Tips Memilih Reksa Dana:
- Periksa komposisi portofolio dan pastikan sesuai dengan sektor prioritas
- Bandingkan kinerja dengan benchmark dan peer group
- Perhatikan consistency of returns, bukan hanya return tertinggi
- Evaluasi expense ratio dan fee structure
- Pilih manajer investasi dengan reputasi baik dan track record panjang
Regulasi dan Pengawasan Investasi Danantara
Peran OJK dalam Pengawasan Danantara
Danantara memastikan tidak akan ada konflik kepentingan dengan hanya bertindak sebagai pemegang saham, sementara regulasi tetap diawasi oleh OJK. Kerangka regulasi yang jelas memberikan kepastian bagi investor bahwa investasi Danantara berada dalam koridor yang tepat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berperan sebagai regulator pasar modal yang mengawasi seluruh aktivitas di bursa efek. Meskipun Danantara akan menjadi pemegang saham BEI pasca-demutualisasi, fungsi pengaturan dan pengawasan tetap di tangan OJK.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi menyatakan bahwa OJK terbuka kepada pihak manapun yang memiliki keinginan untuk menjadi pemegang saham BEI, seiring rencana proses demutualisasi. Proses ini akan dilakukan secara kondusif dan proporsional.
Transparansi dan Tata Kelola
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, peta jalan investasi Danantara Investment Management 2026 dirancang untuk memenuhi mandat ganda, yaitu menghasilkan imbal hasil berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional.
Danantara menerapkan standar tata kelola internasional dalam setiap keputusan investasi. Transparansi, akuntabilitas, dan integritas proses menjadi pilar utama dalam operasional lembaga. Setiap proyek harus tidak hanya bankable tetapi juga memberikan nilai tambah nyata bagi ekonomi Indonesia.
Kerangka klasifikasi proyek strategis yang ketat memastikan setiap investasi selaras dengan aspirasi pembangunan nasional, memiliki dampak sosial-lingkungan berskala besar, memberikan nilai ekonomi signifikan, serta tetap layak secara komersial.
Implikasi untuk Investor:
- Investasi Danantara memberikan sinyal kredibilitas pada sektor tertentu
- Tata kelola yang kuat mengurangi risiko sistemik
- Transparansi memudahkan investor untuk melakukan due diligence
- Pengawasan OJK memberikan layer proteksi tambahan
Risiko dan Pertimbangan Investasi
Risiko Makroekonomi Global
Meskipun Danantara memiliki mandat jangka panjang dan dukungan pemerintah, investor perlu memahami risiko makroekonomi yang dapat mempengaruhi kinerja investasi. Perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, dan fluktuasi harga komoditas adalah faktor eksternal yang perlu dipantau.
Berdasarkan proyeksi Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi 2026 berada pada kisaran 4,9% hingga 5,7%. Sementara pemerintah menargetkan pertumbuhan 5,4%. Perbedaan proyeksi ini mencerminkan ketidakpastian yang perlu diantisipasi investor.
Institut for Development of Economics and Finance (Indef) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan berada di angka 5,0%, dengan tekanan dari faktor eksternal seperti perlambatan ekonomi negara maju dan penurunan permintaan global.
Risiko Sektor Spesifik
Setiap sektor memiliki risiko spesifik yang perlu dipahami. Sektor energi terbarukan misalnya, menghadapi risiko teknologi, regulasi subsidi, dan kompetisi dari energi konvensional. Sektor hilirisasi mineral bergantung pada harga komoditas global dan keberlanjutan pasokan bahan baku.
Sektor infrastruktur digital menghadapi risiko disruption teknologi dan kompetisi intensif. Sementara sektor ketahanan pangan rentan terhadap perubahan iklim dan fluktuasi harga. Memahami risiko spesifik membantu investor membuat keputusan yang lebih informed.
Mitigasi Risiko:
- Diversifikasi lintas sektor untuk mengurangi risiko konsentrasi
- Investasi bertahap (dollar cost averaging) untuk mengurangi risiko timing
- Tetapkan stop loss dan target profit yang jelas
- Monitor perkembangan regulasi dan kebijakan pemerintah
- Review portofolio secara berkala dan rebalance jika diperlukan
Horizon Investasi Jangka Panjang
Danantara dirancang sebagai sovereign wealth fund dengan orientasi jangka panjang. Investor yang ingin mengikuti momentum Danantara perlu memahami bahwa return optimal memerlukan horizon investasi yang panjang, minimal 3-5 tahun.
Proyek-proyek infrastruktur dan hilirisasi memerlukan waktu untuk konstruksi dan operasional sebelum menghasilkan return. Kesabaran dan disiplin investasi menjadi kunci untuk meraih manfaat dari strategi jangka panjang ini.
Volatilitas jangka pendek di pasar modal adalah hal yang normal. Fokus pada fundamental perusahaan dan sektor, bukan pada fluktuasi harga harian. Investor yang memiliki horizon jangka panjang cenderung mendapatkan return yang lebih optimal.
Baca Juga Prabowo Bawa Investasi Rp90 Triliun dari Inggris 2026
FAQ: Rahasia Cuan Investasi Danantara 7 Tips 2026
Apa itu Danantara dan bagaimana cara kerjanya?
Danantara adalah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara yang dibentuk melalui UU No. 1 Tahun 2025. Lembaga ini mengelola aset pemerintah di BUMN strategis dan melakukan investasi di sektor-sektor prioritas untuk mendukung pembangunan nasional. Danantara beroperasi dengan prinsip tata kelola internasional dan fokus pada investasi jangka panjang yang sustainable.
Apakah investor retail bisa berinvestasi langsung di Danantara?
Tidak, investor retail tidak dapat berinvestasi langsung di Danantara karena ini adalah sovereign wealth fund milik negara. Namun, investor dapat mengikuti strategi investasi Danantara dengan berinvestasi di sektor-sektor prioritas dan emiten-emiten yang menjadi fokus Danantara melalui pasar modal atau reksa dana.
Sektor apa yang paling menjanjikan untuk diikuti dari strategi Danantara?
Berdasarkan data terverifikasi, sektor energi terbarukan, hilirisasi mineral, infrastruktur digital, ketahanan pangan, dan kesehatan menjadi prioritas utama Danantara di 2026. Sektor-sektor ini memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang kuat dan dukungan penuh dari pemerintah.
Bagaimana cara memilih emiten yang sejalan dengan fokus Danantara?
Gunakan kriteria yang sama dengan Danantara: good growth, good fundamental, good liquidity, dan arus kas sehat. Fokus pada emiten di sektor prioritas Danantara yang memiliki fundamental kuat, manajemen kredibel, dan prospek pertumbuhan jangka panjang. Lakukan analisis mendalam sebelum berinvestasi.
Apakah ada risiko mengikuti strategi investasi Danantara?
Ya, seperti semua investasi, mengikuti strategi Danantara memiliki risiko termasuk risiko pasar, risiko sektor spesifik, dan risiko makroekonomi. Penting untuk melakukan diversifikasi, memiliki horizon investasi jangka panjang, dan hanya menginvestasikan dana yang siap untuk diinvestasikan dalam jangka panjang.
Berapa target return investasi mengikuti sektor prioritas Danantara?
Data spesifik mengenai target return tidak tersedia secara publik. Namun, dengan fokus pada sektor pertumbuhan tinggi dan dukungan pemerintah, sektor-sektor prioritas Danantara berpotensi memberikan return yang kompetitif dalam jangka panjang. Investor sebaiknya fokus pada fundamental dan kualitas investasi daripada mengejar target return tertentu.
Bagaimana Danantara mempengaruhi pasar modal Indonesia?
Danantara mulai aktif berinvestasi di pasar modal sejak Desember 2025. Kehadiran Danantara sebagai investor institusional besar memberikan likuiditas tambahan, meningkatkan kepercayaan pasar, dan memberikan sinyal positif pada emiten-emiten berkualitas. Danantara juga akan menjadi pemegang saham BEI pasca-demutualisasi untuk memperkuat tata kelola bursa.
Memanfaatkan Momentum Danantara 2026
Danantara menjadi game changer dalam landscape investasi Indonesia dengan aset kelolaan US$ 1 triliun dan fokus pada sektor-sektor strategis. Tahun 2026 adalah fase krusial di mana Danantara meningkatkan kontribusinya untuk pembiayaan pembangunan nasional.
Investor dapat memanfaatkan momentum ini dengan memahami sektor prioritas Danantara dan mengadopsi kriteria investasi yang sama: good growth, good fundamental, good liquidity, dan arus kas sehat. Diversifikasi lintas sektor dan horizon investasi jangka panjang adalah kunci untuk meraih return optimal.
Tujuh sektor prioritas Danantara—energi terbarukan, hilirisasi industri, infrastruktur digital, ketahanan pangan, layanan kesehatan, kawasan industri, dan jasa keuangan—menawarkan peluang investasi dengan pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Dengan dukungan pemerintah dan regulasi yang jelas, sektor-sektor ini menjadi fondasi transformasi ekonomi Indonesia.
Langkah Selanjutnya:
- Lakukan riset mendalam pada emiten di sektor prioritas Danantara
- Konsultasikan dengan financial advisor untuk menyusun strategi investasi
- Mulai investasi dengan alokasi yang sesuai profil risiko Anda
- Monitor perkembangan proyek-proyek Danantara dan dampaknya ke pasar
- Review dan rebalance portofolio secara berkala
Artikel ini disusun berdasarkan riset mendalam dengan sumber-sumber terverifikasi dari publikasi resmi pemerintah, media kredibel, dan institusi keuangan terpercaya. Semua data dan informasi telah diverifikasi keakuratannya per Februari 2026.
Disclaimer Investasi: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi. Bukan merupakan rekomendasi investasi atau ajakan untuk membeli/menjual instrumen keuangan tertentu. Investor harus melakukan riset sendiri dan berkonsultasi dengan advisor profesional sebelum membuat keputusan investasi. Investasi mengandung risiko, termasuk kemungkinan kehilangan modal.
Referensi
- Kompas.id – “2026 is a Crucial Year for SWF Indonesia“
- Kontan.co.id – “Prabowo Tegaskan Danantara Siap Jadi Mitra Strategis Investasi Global di WEF 2026”
- Danantara Indonesia – “Danantara Welcomes Acceleration of IDX Demutualization”
- VOI.id – “Danantara Yakin Pertumbuhan Investasi Indonesia Meningkat di 2026“
- ANTARA News – “Danantara bersama kebijakan fiskal dan moneter siap bawa RI tumbuh maksimum 2026”
- Republika Online – “Danantara Beberkan Arah Investasi 2026“
- Bisnis.com – “Bakal Jadi Pemegang Saham BEI, Danantara Pastikan Tak Ada Konflik Kepentingan“
- Liputan6.com – “Danantara Mulai Borong Saham Hari Ini 2 Februari 2026“