Berdasarkan laporan resmi Sekretariat Kabinet RI (22 Januari 2026), Presiden Prabowo Subianto berhasil membawa komitmen investasi sebesar 4 miliar poundsterling atau setara Rp90 triliun dari Inggris. Ini merupakan pencapaian signifikan yang akan mengubah wajah sektor maritim Indonesia sekaligus membuka lapangan kerja hingga 600.000 orang.
Kunjungan kenegaraan ke London tanggal 20-21 Januari 2026 membuahkan hasil konkret yang langsung berdampak pada ekonomi nasional. Berbeda dengan diplomasi simbolik, lawatan kali ini fokus pada kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia.
Apa saja detail investasi tersebut? Bagaimana dampaknya bagi ekonomi Indonesia? Dan sektor apa saja yang akan mendapat manfaat? Artikel ini akan mengupas tuntas berdasarkan sumber-sumber resmi pemerintah dan media kredibel.
Apa Itu Komitmen Investasi Rp90 Triliun dari Inggris?

Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam konferensi pers di Bandara London Stansted (21 Januari 2026), komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun ini merupakan hasil pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di 10 Downing Street.
Fokus utama investasi ini adalah sektor maritim, khususnya untuk pembangunan armada kapal tangkap ikan yang akan diproduksi sepenuhnya di Indonesia. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa dana investasi tersebut akan dialokasikan untuk pembuatan sekitar 1.500-1.582 unit kapal nelayan.
Berbeda dengan investasi asing pada umumnya, kerja sama ini menekankan pada aspek transfer teknologi dan penguatan kapasitas industri dalam negeri. Seluruh proses perakitan dan produksi akan dilakukan di Indonesia, menciptakan efek multiplier yang luas bagi ekonomi nasional.
Tiga Kesepakatan Strategis Indonesia-Inggris 2026

Dalam pertemuan dengan PM Keir Starmer, tercapai tiga kesepakatan utama yang dikonfirmasi oleh Seskab Teddy Indra Wijaya:
1. Komitmen Investasi Maritim Rp90 Triliun
Nilai investasi: 4 miliar poundsterling (≈ Rp90 triliun)
Sektor: Industri maritim dan perikanan
Timeline: Dimulai tahun 2026
Investasi ini akan menjadi salah satu investasi asing terbesar yang masuk ke sektor maritim Indonesia. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi perikanan nasional sekaligus memperkuat infrastruktur pelabuhan dan galangan kapal.
2. Pembangunan 1.582 Kapal Nelayan
Jumlah unit: 1.500-1.582 kapal tangkap ikan
Lokasi produksi: Sepenuhnya di Indonesia
Penyerapan tenaga kerja: Hingga 600.000 orang
Menurut pernyataan resmi Presiden Prabowo di Lancaster House London (20 Januari 2026), program ini bertujuan untuk:
- Memperbaiki kondisi desa-desa nelayan
- Meningkatkan kualitas hidup para nelayan Indonesia
- Meningkatkan konsumsi protein masyarakat dari sumber perikanan
- Mengoptimalkan potensi laut Indonesia yang mencakup 3/4 wilayah Tanah Air
3. Penguatan Kerja Sama Maritim Bilateral
Kerja sama ini mencakup:
- Transfer teknologi pembuatan kapal
- Pelatihan SDM industri maritim
- Pengembangan infrastruktur pelabuhan
- Riset dan inovasi teknologi kelautan
Dampak Ekonomi: 600.000 Lapangan Kerja Baru

Berdasarkan proyeksi pemerintah yang disampaikan Seskab Teddy, pembangunan 1.582 kapal nelayan ini akan menyerap tenaga kerja hingga 600.000 orang. Angka ini mencakup:
Sektor Produksi Langsung:
- Tenaga kerja di galangan kapal
- Teknisi dan engineer maritim
- Pekerja fabrikasi dan perakitan
- Quality control dan supervisor produksi
Sektor Pendukung:
- Industri komponen kapal
- Supplier bahan baku
- Logistik dan transportasi
- Jasa pemeliharaan dan perbaikan
Sektor Turunan:
- Nelayan pengguna kapal baru
- Pengolah hasil laut
- Distributor dan eksportir ikan
- Sektor pariwisata bahari
Efek multiplier dari investasi ini diperkirakan akan menggerakkan ekonomi daerah pesisir dan pulau-pulau kecil yang selama ini tertinggal dalam pembangunan.
Mengapa Sektor Maritim Menjadi Prioritas?

Presiden Prabowo dalam pernyataannya di London memberikan tiga alasan fundamental mengapa investasi maritim ini sangat strategis:
1. Potensi Laut Indonesia yang Luar Biasa
“3/4 Tanah Air kita adalah laut,” ungkap Prabowo. Indonesia memiliki:
- Garis pantai terpanjang kedua di dunia (± 99.093 km)
- 17.504 pulau (data BPS)
- Zona Ekonomi Eksklusif seluas 5,8 juta km²
- Potensi perikanan tangkap 12,54 juta ton per tahun
2. Konsumsi Protein Masyarakat Masih Rendah
Presiden menekankan bahwa “konsumsi protein rakyat kita masih terlalu rendah.” Dengan meningkatkan produksi perikanan melalui armada kapal modern, pemerintah berharap:
- Meningkatkan akses masyarakat terhadap protein ikan
- Menurunkan harga ikan di pasar domestik
- Memperbaiki gizi masyarakat, terutama anak-anak
- Mengurangi stunting melalui asupan protein berkualitas
3. Kesejahteraan Nelayan
Program ini dirancang untuk “memperbaiki desa-desa nelayan kita dan meningkatkan kualitas hidup nelayan kita.” Kapal-kapal baru yang lebih modern akan:
- Meningkatkan jangkauan penangkapan ikan
- Memperbaiki keselamatan nelayan di laut
- Meningkatkan hasil tangkapan
- Membuka akses ke pasar ekspor
Bagaimana Proses Realisasi Investasi Ini?

Meskipun baru berupa komitmen, pemerintah Indonesia telah menyiapkan roadmap implementasi yang jelas:
Tahap Persiapan (Q1-Q2 2026)
- Finalisasi perjanjian investasi bilateral
- Pembentukan tim kerja Indonesia-Inggris
- Identifikasi lokasi galangan kapal
- Persiapan regulasi dan perizinan
Tahap Pelaksanaan (Q3 2026 – 2029)
- Pembangunan/upgrade galangan kapal
- Transfer teknologi dari mitra Inggris
- Pelatihan tenaga kerja Indonesia
- Produksi kapal secara bertahap
- Distribusi kapal ke komunitas nelayan
Tahap Evaluasi (2029 – ongoing)
- Monitoring dampak ekonomi
- Evaluasi kualitas kapal
- Pengembangan berkelanjutan
- Scale-up program jika berhasil
Capaian Lain dari Kunjungan ke Inggris
Selain investasi maritim, lawatan Presiden Prabowo ke Inggris juga menghasilkan kesepakatan di bidang pendidikan:
Kerja Sama Pendidikan Tinggi
Berdasarkan laporan CNBC Indonesia (22 Januari 2026), Presiden Prabowo bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka Inggris, termasuk:
- Oxford University
- King’s College London
- Imperial College London
- University of Edinburgh
Target pemerintah:
- Pembangunan 10 kampus baru di Indonesia
- Fokus pada bidang kedokteran dan STEM
- Pertukaran dosen untuk mengajar di Indonesia
- Peningkatan ranking universitas Indonesia di level dunia
Program ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan kualitas SDM sebagai fondasi utama daya saing bangsa.
Konteks Geopolitik: Lawatan Multi-Negara
Kunjungan ke Inggris merupakan bagian dari lawatan 5 hari Presiden Prabowo yang juga mencakup:
Swiss – World Economic Forum Davos (23-24 Januari 2026)
Di hadapan sekitar 1.000 CEO perusahaan besar dunia, Prabowo memaparkan konsep “Prabowonomics” dan menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Indonesia juga resmi menjadi anggota Board of Peace (Dewan Perdamaian) yang fokus pada upaya pemulihan konflik, khususnya di Gaza.
Prancis – Pertemuan dengan Presiden Macron (23 Januari 2026)
Pertemuan dan makan malam kenegaraan dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée menghasilkan komitmen penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor, termasuk pertahanan, energi terbarukan, dan transportasi.
Baca Juga Bank Dunia Prediksi 3 Negara Krisis 2026
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Investasi Rp90 Triliun
1. Apakah investasi Rp90 triliun sudah pasti masuk ke Indonesia?
Saat ini masih berupa komitmen investasi yang diperoleh setelah pertemuan bilateral Presiden Prabowo dengan PM Keir Starmer pada 20 Januari 2026. Realisasinya akan melalui proses finalisasi perjanjian dan tahapan implementasi yang sudah direncanakan pemerintah sepanjang tahun 2026.
2. Kapan pembangunan 1.582 kapal nelayan dimulai?
Berdasarkan timeline pemerintah, tahap persiapan dimulai kuartal 1-2 tahun 2026, dengan pelaksanaan konstruksi diperkirakan mulai kuartal 3 tahun 2026. Produksi akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2029.
3. Siapa yang akan memproduksi kapal-kapal tersebut?
Seluruh proses perakitan dan produksi akan dilakukan di Indonesia oleh perusahaan dan galangan kapal dalam negeri, dengan dukungan transfer teknologi dari mitra Inggris. Hal ini ditekankan oleh Seskab Teddy untuk memastikan dampak ekonomi maksimal bagi tenaga kerja Indonesia.
4. Berapa banyak lapangan kerja yang akan tercipta?
Pemerintah memproyeksikan penyerapan tenaga kerja hingga 600.000 orang, mencakup sektor produksi langsung di galangan kapal, industri pendukung, dan sektor turunan seperti nelayan, pengolah hasil laut, serta distributor.
5. Apa manfaat investasi ini bagi masyarakat umum?
Selain penciptaan lapangan kerja, investasi ini diharapkan meningkatkan produksi perikanan nasional sehingga harga ikan lebih terjangkau, meningkatkan konsumsi protein masyarakat, memperbaiki kesejahteraan nelayan, dan menggerakkan ekonomi daerah pesisir.
6. Apakah ini investasi terbesar dari Inggris ke Indonesia?
Investasi senilai Rp90 triliun merupakan salah satu komitmen investasi terbesar dalam sektor maritim Indonesia. Namun, angka ini masih berupa komitmen yang perlu diverifikasi realisasinya dalam tahun-tahun mendatang.
7. Bagaimana dengan dampak lingkungan dari pembangunan kapal ini?
Meskipun detail teknis belum dipublikasikan, pemerintah Indonesia berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan. Kapal-kapal modern umumnya dirancang lebih ramah lingkungan dengan sistem penangkapan ikan yang sustainable untuk menjaga kelestarian laut.
Peluang Emas Sektor Maritim Indonesia
Komitmen investasi Rp90 triliun dari Inggris menandai tonggak penting dalam pembangunan sektor maritim Indonesia. Berdasarkan data resmi pemerintah, investasi ini akan:
1. Memperkuat Industri Maritim Nasional
Pembangunan 1.582 kapal nelayan dengan produksi 100% di Indonesia menciptakan ekosistem industri maritim yang lebih mandiri dan kompetitif.
2. Menciptakan Ratusan Ribu Lapangan Kerja
Proyeksi 600.000 tenaga kerja baru akan menggerakkan ekonomi daerah pesisir dan mengurangi pengangguran di komunitas nelayan.
3. Meningkatkan Ketahanan Pangan
Armada kapal modern akan meningkatkan produksi perikanan nasional, memperbaiki akses masyarakat terhadap protein berkualitas, dan mendukung program penurunan stunting.
4. Transfer Teknologi dan SDM
Kerja sama dengan Inggris membuka peluang transfer teknologi pembuatan kapal dan pelatihan SDM Indonesia di bidang industri maritim.
5. Memperkuat Posisi Geopolitik
Indonesia semakin diperhitungkan di kancah global sebagai negara maritim besar dengan potensi ekonomi kelautan yang luar biasa.
Sumber Referensi
Artikel ini disusun berdasarkan sumber-sumber kredibel berikut:
- Liputan6.com – “Akhiri Lawatan di Inggris, Prabowo Bawa Pulang Komitmen Investasi Rp 90 Triliun” (22 Januari 2026)
- CNBC Indonesia – “Seskab Teddy Ungkap ‘Oleh-Oleh’ Prabowo dari Inggris: Investasi Rp90 T” (22 Januari 2026)
- Kompas.com – “Dari Inggris, Prabowo Bawa Komitmen Investasi Rp90 Triliun hingga Pembangunan 1.582 Kapal Nelayan” (22 Januari 2026)
- Niaga.Asia – “Fokus Investasi Inggris Rp90 Triliun pada Pembangunan 1.500 Kapal Ikan” (24 Januari 2026)
- YouTube Sekretariat Presiden RI – Konferensi Pers Presiden Prabowo di London (20-21 Januari 2026)
Artikel ini disusun berdasarkan riset mendalam terhadap sumber-sumber resmi pemerintah Indonesia dan media kredibel nasional. Semua data dan statistik yang disajikan telah diverifikasi kebenarannya dan disertai dengan sumber yang jelas untuk memastikan akurasi informasi.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini akurat per tanggal 26 Januari 2026. Untuk perkembangan terbaru mengenai realisasi investasi, silakan mengikuti pengumuman resmi dari Sekretariat Kabinet Republik Indonesia dan Kementerian terkait.