Menjelang memasuki September 2026, harga bahan bakar minyak atau BBM kembali menjadi perhatian masyarakat. Sampai Sabtu, 29 Agustus 2026, harga BBM Pertamina masih mengacu pada penyesuaian yang berlaku sejak awal Agustus, ketika sejumlah produk bensin nonsubsidi mengalami penurunan harga.
essayonlinean – Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB sebesar 5 persen seperti DKI Jakarta, harga Pertamax saat ini berada di level Rp15.950 per liter. Pertamax Green 95 dijual Rp16.600 per liter, sedangkan Pertamax Turbo dibanderol Rp18.300 per liter.
Sementara untuk produk diesel nonsubsidi, Dexlite masih berada pada harga Rp19.700 per liter dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter. Harga kedua produk tersebut tidak mengalami perubahan ketika Pertamina melakukan penyesuaian harga pada 1 Agustus 2026.
Pertanyaan besarnya sekarang tentu apakah harga tersebut akan kembali berubah pada 1 September 2026. Sampai 29 Agustus, belum ada pengumuman resmi mengenai harga baru September sehingga masyarakat masih perlu menunggu keputusan Pertamina Patra Niaga menjelang pergantian bulan.
Harga Pertamax yang berlaku menjelang September sebenarnya sudah lebih murah dibandingkan Juli 2026. Pertamina melakukan penyesuaian terhadap beberapa produk BBM nonsubsidi jenis bensin mulai 1 Agustus, termasuk Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo.
Untuk wilayah PBBKB 5 persen, Pertamax turun dari sebelumnya Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter. Artinya terdapat penurunan sebesar Rp300 per liter yang tentunya cukup terasa bagi pengguna kendaraan dengan konsumsi BBM relatif tinggi.
Pertamax Green 95 juga turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter atau lebih murah Rp400. Sementara penurunan paling substantial terjadi pada Pertamax Turbo yang berubah dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter atau turun Rp1.000 per liter.
Penurunan tersebut membuat Agustus menjadi periode yang relatively positive bagi pengguna BBM nonsubsidi berbasis bensin. Namun karena Pertamina dapat mengevaluasi harga BBM nonsubsidi secara berkala, perhatian sekarang naturally bergeser kepada harga yang akan berlaku mulai September.
Daftar Harga BBM Pertamina Jelang 1 September 2026
Untuk wilayah DKI Jakarta dan daerah dengan PBBKB 5 persen, harga Pertalite masih berada di Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter. Kedua produk tersebut tidak mengalami perubahan harga pada Agustus 2026.
Sementara itu, Pertamax RON 92 dibanderol Rp15.950 per liter dan Pertamax Green 95 RON 95 berada di Rp16.600 per liter. Pertamax Turbo yang mempunyai RON 98 menjadi produk bensin Pertamina dengan harga tertinggi di kelompok tersebut, yakni Rp18.300 per liter.
Pada kategori diesel nonsubsidi, Dexlite saat ini dipasarkan Rp19.700 per liter. Pertamina Dex berada di level Rp21.150 per liter dan menjadi produk dengan harga paling tinggi dalam daftar BBM Pertamina untuk wilayah PBBKB 5 persen.
Dengan demikian, harga yang berlaku menjelang 1 September 2026 adalah Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800, Pertamax Rp15.950, Pertamax Green 95 Rp16.600, Pertamax Turbo Rp18.300, Dexlite Rp19.700, dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter.
Harga BBM Pertamina Berbeda di Setiap Daerah
Hal yang perlu dipahami adalah harga BBM nonsubsidi Pertamina tidak necessarily sama di seluruh Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah perbedaan besaran PBBKB yang berlaku di masing-masing wilayah.
Di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung, misalnya, Pertamax pada Agustus 2026 berada di level Rp16.300 per liter. Pertamax Turbo dijual Rp18.700, Dexlite Rp20.150, dan Pertamina Dex Rp21.650 per liter.
Sementara DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur memiliki harga Pertamax Rp15.950 per liter. Pertamax Turbo berada di Rp18.300, Dexlite Rp19.700, dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter.
Karena itu, ketika melihat informasi harga BBM di internet, masyarakat perlu memperhatikan wilayah yang digunakan sebagai referensi. Harga Rp15.950 untuk Pertamax, misalnya, tidak automatically berlaku di setiap SPBU Pertamina dari Aceh sampai Papua.
Pertamina Patra Niaga menjelaskan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mempertimbangkan sejumlah faktor. Salah satunya adalah perkembangan rata-rata harga minyak dunia yang mempunyai pengaruh terhadap biaya penyediaan produk BBM.
Faktor berikutnya adalah nilai tukar rupiah. Karena sebagian komponen dalam industri energi mempunyai exposure terhadap mata uang asing, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS dapat ikut mempengaruhi struktur biaya.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora sebelumnya mengatakan penyesuaian harga dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah. Perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta daya beli masyarakat menjadi beberapa aspek yang ikut diperhatikan.
Karena variabel tersebut terus bergerak, harga BBM nonsubsidi juga lebih dynamic dibandingkan produk subsidi. Itulah mengapa menjelang pergantian bulan, pengendara biasanya mulai menunggu apakah harga Pertamax dan produk nonsubsidi lainnya akan naik, turun, atau tetap.
Pertalite Dipastikan Tidak Naik Sampai Akhir 2026

Kabar yang relatively melegakan datang untuk pengguna BBM bersubsidi. Pemerintah sebelumnya telah menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan dinaikkan sampai akhir 2026, meskipun pasar energi global mengalami tekanan akibat konflik geopolitik.
Dengan kebijakan tersebut, harga Pertalite saat ini tetap berada di level Rp10.000 per liter. Biosolar subsidi juga masih dipertahankan pada harga Rp6.800 per liter sebagaimana berlaku menjelang September 2026.
Keputusan mempertahankan harga BBM subsidi dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah menilai kenaikan harga energi mempunyai efek yang cukup luas karena tidak hanya mempengaruhi pengeluaran langsung pemilik kendaraan, tetapi potentially merambat ke biaya transportasi dan harga barang.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada April 2026 juga menegaskan APBN telah mengantisipasi gejolak harga energi dunia. Pemerintah memilih menggunakan instrumen fiskal untuk menjaga agar tekanan tersebut tidak langsung diteruskan menjadi kenaikan harga BBM subsidi kepada masyarakat.
Harga Pertamax Jadi yang Paling Ditunggu
Walaupun kepastian harga Pertalite relatif lebih clear, situasinya berbeda untuk Pertamax. Produk RON 92 tersebut merupakan BBM nonsubsidi sehingga harganya dapat disesuaikan mengikuti perkembangan parameter yang digunakan dalam penetapan harga.
Pertamax juga menjadi particularly interesting karena penggunaannya cukup luas. Produk tersebut berada di tengah antara Pertalite dan produk dengan oktan lebih tinggi seperti Pertamax Green 95 ataupun Pertamax Turbo.
Selisih harga Pertalite dengan Pertamax menjelang September mencapai Rp5.950 per liter untuk wilayah Jakarta. Untuk pengisian 30 liter, perbedaannya berarti sekitar Rp178.500, angka yang cukup substantial terutama bagi pengendara dengan frekuensi pengisian tinggi.
Namun perbandingan tersebut tentu tidak hanya soal harga karena masing-masing produk mempunyai spesifikasi RON berbeda. Pemilik kendaraan idealnya tetap menggunakan jenis bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan dan kebutuhan mesin.
Kalau melihat adjustment awal Agustus, Pertamax Turbo menjadi salah satu produk yang mendapatkan penurunan harga paling significant. Harganya turun Rp1.000 dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen.
Penurunan tersebut lebih besar dibandingkan Pertamax yang turun Rp300 maupun Pertamax Green 95 yang berkurang Rp400 per liter. Buat pengguna kendaraan yang memang direkomendasikan menggunakan bahan bakar beroktan tinggi, perubahan Rp1.000 per liter tentunya cukup noticeable.
Jika sebuah kendaraan mengisi 40 liter Pertamax Turbo, misalnya, selisih Rp1.000 berarti pengeluaran menjadi sekitar Rp40.000 lebih rendah dibandingkan harga sebelumnya. Dalam beberapa kali pengisian selama sebulan, nominalnya mulai terasa.
Namun apakah harga Rp18.300 akan bertahan pada September masih harus menunggu pengumuman berikutnya. Sampai 29 Agustus 2026, harga tersebut masih menjadi angka yang berlaku.
Dexlite dan Pertamina Dex Tidak Ikut Turun
Berbeda dengan keluarga Pertamax, dua produk diesel nonsubsidi tidak mendapatkan penurunan harga pada awal Agustus. Dexlite tetap berada di level Rp19.700 per liter dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter untuk wilayah PBBKB 5 persen.
Perbedaan arah harga antara bensin dan diesel menunjukkan bahwa penyesuaian tidak necessarily dilakukan secara seragam terhadap seluruh produk. Struktur harga masing-masing jenis BBM dapat dipengaruhi perkembangan produk minyak di pasar internasional dan komponen pembentuk harga lainnya.
Buat pengguna kendaraan diesel, September therefore menjadi periode yang juga menarik untuk diperhatikan. Setelah tidak mengalami adjustment pada Agustus, pertanyaannya adalah apakah Dexlite dan Pertamina Dex akan tetap bertahan atau justru mengalami perubahan.
Namun lagi-lagi, belum ada angka baru yang bisa dipastikan sebelum Pertamina mengumumkannya. Harga Rp19.700 dan Rp21.150 masih menjadi acuan yang berlaku menjelang pergantian bulan.
Harga Minyak Dunia Jadi Salah Satu Faktor Penting
Pergerakan minyak mentah global menjadi salah satu indikator yang selalu diperhatikan ketika membahas harga BBM. Ketika harga minyak meningkat, biaya pengadaan bahan baku maupun produk energi dapat ikut mendapatkan tekanan.
Namun hubungan antara harga minyak dunia dengan harga BBM di SPBU tidak selalu one-to-one. Pergerakan kurs, harga produk olahan, pajak, biaya distribusi, formula pemerintah, sampai kebijakan perusahaan juga mempunyai peran.
Karena itu, harga minyak dunia yang naik hari ini tidak automatically berarti Pertamax akan naik besok pagi. Sebaliknya, penurunan harga minyak internasional juga tidak selalu langsung diterjemahkan menjadi penurunan dengan besaran yang sama di tingkat konsumen.
Pertamina sendiri menegaskan bahwa penyesuaian BBM nonsubsidi tetap mengikuti ketentuan pemerintah. Artinya terdapat mekanisme tertentu sebelum perubahan kondisi pasar diterjemahkan menjadi harga baru di SPBU.
Tahun 2026 menjadi periode yang cukup challenging bagi pasar energi karena tensi geopolitik masih menjadi salah satu sumber ketidakpastian. Konflik yang melibatkan kawasan penghasil minyak membuat pemerintah harus memperhitungkan berbagai skenario terhadap harga energi.
Indonesia mempunyai posisi yang cukup unik karena masih membutuhkan impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan minyak dan produk BBM nasional. Ketika harga internasional ataupun nilai tukar bergerak unfavorable, biaya penyediaan energi domestik dapat ikut mendapatkan tekanan.
Untuk BBM subsidi, pemerintah memilih menahan harga hingga akhir tahun. Kebijakan tersebut tentunya memberikan certainty lebih besar kepada pengguna Pertalite dan Biosolar, meskipun konsekuensinya pemerintah harus memastikan ruang fiskal tetap memadai.
Sedangkan untuk BBM nonsubsidi, mekanismenya lebih flexible. Inilah alasan kenapa pengumuman harga Pertamax dan keluarga BBM nonsubsidi menjelang awal bulan menjadi sesuatu yang routinely ditunggu masyarakat.
Pengguna MyPertamina Bisa Memanfaatkan Promo
Di luar harga dasar BBM, Pertamina Patra Niaga juga menjalankan berbagai program promosi untuk pengguna produk nonsubsidi melalui aplikasi MyPertamina. Program dapat berupa cashback, harga khusus, maupun tambahan loyalty points dengan metode pembayaran tertentu.
Program semacam ini obviously tidak mengubah harga resmi BBM yang tercantum di SPBU. Namun bagi pelanggan yang memenuhi syarat promo, benefit yang diterima dapat mengurangi effective cost ketika melakukan pengisian.
Pengguna tetap perlu memperhatikan periode, metode pembayaran, lokasi SPBU, dan ketentuan masing-masing program. Promo digital biasanya mempunyai terms and conditions tertentu sehingga tidak selalu berlaku untuk setiap transaksi.
Buat pengendara yang memang rutin menggunakan Pertamax atau produk nonsubsidi lainnya, mengecek promo sebelum mengisi BBM bisa menjadi habit yang cukup useful. Selisihnya mungkin terlihat kecil per transaksi, tetapi bisa lumayan kalau dihitung sepanjang bulan.
Apakah Harga BBM Pertamina Naik 1 September 2026?
Untuk sekarang, jawabannya belum bisa dipastikan. Sampai Sabtu, 29 Agustus 2026, belum terdapat pengumuman resmi Pertamina mengenai perubahan harga BBM nonsubsidi yang akan berlaku pada 1 September 2026.
Karena itu, informasi yang menyebut Pertamax sudah dipastikan naik atau turun pada 1 September perlu dibaca carefully apabila belum disertai pengumuman resmi. Harga yang dapat diverifikasi saat ini masih merupakan harga periode Agustus 2026.
Untuk wilayah PBBKB 5 persen, Pertamax masih Rp15.950, Pertamax Green 95 Rp16.600, Pertamax Turbo Rp18.300, Dexlite Rp19.700, dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter. Sementara Pertalite dan Biosolar masing-masing tetap Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Dengan September tinggal hitungan hari, pengendara tinggal menunggu apakah Pertamina akan mempertahankan harga tersebut atau melakukan adjustment baru. Khusus pengguna BBM subsidi, setidaknya sudah ada kepastian dari pemerintah bahwa harganya tidak akan dinaikkan hingga akhir 2026.
Jelang 1 September, Harga BBM Masih Bertahan
Menjelang 1 September 2026, kondisi harga BBM Pertamina therefore masih relatif clear. Pertalite dan Biosolar tetap pada harga subsidi, sementara keluarga Pertamax masih menikmati harga yang telah turun sejak awal Agustus.
Bagi pengguna Pertamax, harga Rp15.950 per liter menjadi angka yang berlaku untuk Jakarta dan wilayah PBBKB 5 persen. Pertamax Green 95 berada di Rp16.600, sedangkan Pertamax Turbo yang sebelumnya Rp19.300 kini bertahan di Rp18.300 per liter.
Namun masyarakat sebaiknya membedakan antara harga menjelang 1 September dan harga mulai 1 September. Yang pertama sudah dapat diketahui berdasarkan harga yang berlaku sekarang, sedangkan yang kedua masih menunggu pengumuman resmi apabila memang terdapat penyesuaian.
Jadi, belum perlu buru-buru menyerbu SPBU karena mendengar kabar harga akan naik. Sampai ada announcement resmi, harga Agustus masih berlaku dan pengguna kendaraan bisa memantau kanal resmi Pertamina untuk mengetahui apakah September membawa harga baru atau justru semuanya stay seperti sekarang.
Referensi
Pertamina Patra Niaga — Informasi penyesuaian harga BBM nonsubsidi periode Agustus 2026, dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, kebijakan pemerintah, dan daya beli masyarakat.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia — Tidak Ada Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Hingga Akhir Tahun 2026, 7 April 2026.
ANTARA — Harga BBM Stabil pada Peringatan HUT ke-81 RI, 17 Agustus 2026.
RRI — Simak Harga BBM Pertamina Terbaru di Seluruh Indonesia per 1 Agustus 2026, Agustus 2026.
Harian Jogja — Harga BBM 29 Agustus 2026, Pertamax Turun Jadi Rp15.950, 29 Agustus 2026.
iNews — Daftar Harga BBM Pertamina 29 Agustus 2026 di SPBU Seluruh Indonesia, 29 Agustus 2026.