Ringkasan: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.525,478 pada Senin (31/8/2026), naik 7,357 poin atau 0,11% dari penutupan sebelumnya di 6.518,12. Penguatan ini terjadi setelah IHSG sempat tertekan di zona merah sepanjang sesi pertama, sebelum berbalik arah pada sesi kedua. Sebanyak 392 saham menguat, berbanding 233 saham yang melemah dan 166 saham stagnan.
Apa yang Terjadi pada IHSG Hari Ini?

IHSG ditutup menguat tipis 0,11% ke level 6.525,478 pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, setelah sempat dibuka melemah di 6.511,106 dan bertahan di zona merah sampai akhir sesi pertama. Indeks sempat menyentuh titik tertinggi 6.528,099 dan titik terendah 6.476,175 sepanjang hari, mencerminkan pergerakan yang cukup fluktuatif sebelum akhirnya ditutup hijau.
Berdasarkan data RTI Infokom dan RTI Business, nilai transaksi hari ini tercatat sekitar Rp24,7–25 triliun dari sekitar 49,9 miliar saham yang diperdagangkan, dengan frekuensi transaksi mencapai lebih dari 2,39 juta kali. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di kisaran Rp11.448 triliun.
Mengapa 392 Saham Menguat Ini Penting?

Rasio saham yang menguat terhadap yang melemah — 392 berbanding 233 — menunjukkan sentimen pasar yang secara keseluruhan positif meski kenaikan indeks tergolong tipis. Pola “dibuka merah, ditutup hijau” ini konsisten dengan pergerakan IHSG di beberapa hari perdagangan terakhir Agustus 2026, di tengah investor yang mencermati sinyal kebijakan suku bunga The Fed dan pergerakan nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp17.723 per dolar AS.
Tujuh dari 11 sektor Indeks Sektoral IDX-IC ditutup menguat. Sektor industri memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 1,2–1,5%, diikuti sektor energi dan sektor keuangan yang masing-masing naik lebih dari 0,6%. Di sisi lain, empat sektor melemah, dengan sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan, turun 1,65%.
Data Penutupan IHSG 31 Agustus 2026

| Indikator | Nilai | Sumber |
|---|---|---|
| Penutupan IHSG | 6.525,478 (+7,357 poin / +0,11%) | RTI Business |
| Pembukaan | 6.511,106 | RTI Business |
| Level tertinggi intraday | 6.528,099 | RTI Business |
| Level terendah intraday | 6.476,175 | RTI Business |
| Saham menguat / melemah / stagnan | 392 / 233 / 166 | RTI Infokom, RTI Business |
| Volume perdagangan | ±49,9 miliar saham | RTI Infokom |
| Nilai transaksi | ±Rp24,7–25 triliun | RTI Infokom, RTI Business |
| Kapitalisasi pasar BEI | ±Rp11.448 triliun | Data BEI (diolah media) |
| Kurs referensi USD/IDR | ±17.723 | Data pasar |
Angka dari sejumlah media berbeda tipis (misalnya volume 49,94 miliar vs 51,34 miliar saham) tergantung sumber data intraday yang dikutip — tabel di atas menggunakan rentang yang paling banyak dikonfirmasi lintas sumber.
Indeks Acuan Lain Juga Kompak Menguat
Penguatan tak hanya terjadi pada IHSG. Sejumlah indeks acuan lain di BEI turut ditutup hijau pada hari yang sama:
- LQ45 naik 0,31% ke level 643,82–643,83.
- IDX30 menguat 0,41% ke level 360,38.
- Sri-Kehati naik 0,54% ke level 315,31.
- JII (Jakarta Islamic Index) menguat 0,51% ke level 395,19.
Saham Penggerak Utama

Beberapa saham big cap tercatat menjadi penopang utama penguatan IHSG hari ini, di antaranya BBNI, BBRI, dan TLKM, yang mencerminkan minat beli investor pada sektor perbankan besar dan telekomunikasi. Saham AKRA (PT AKR Corporindo Tbk) mencatat kenaikan signifikan sekitar 6,59% ke level Rp1.455, sementara saham AADI menguat sekitar 4,9% pada sesi perdagangan.
Di sisi lain, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru tertekan. Saham BYAN (PT Bayan Resources Tbk) terkoreksi 3,43% ke Rp14.075, DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk) turun 3,06% ke Rp1.110, dan AMMN (PT Amman Mineral Internasional Tbk) melemah 1,81% ke Rp4.330. Beberapa saham emiten emas seperti BRMS dan EMAS juga sempat tertekan pada sesi pertama.
Konteks Global: Sinyal Hawkish The Fed

Pergerakan IHSG hari ini tak lepas dari sentimen global. Dalam pidatonya di simposium Jackson Hole pada Jumat (28/8/2026), Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan bahwa inflasi di Amerika Serikat belum menunjukkan perlambatan yang berarti, dan menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk mengembalikan inflasi ke target 2%. Pernyataan hawkish ini meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada September 2026, dan turut menekan bursa-bursa Asia lain di awal pekan.
Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, tekanan dari sentimen The Fed inilah yang membuat IHSG sempat tertahan di zona negatif pada sesi pertama sebelum akhirnya berbalik menguat.
FAQ — IHSG 31 Agustus 2026
Berapa penutupan IHSG hari ini, 31 Agustus 2026?
IHSG ditutup di level 6.525,478, naik 7,357 poin atau 0,11% dari penutupan sebelumnya.
Berapa saham yang menguat dan melemah hari ini?
Sebanyak 392 saham menguat, 233 saham melemah, dan 166 saham stagnan berdasarkan data RTI Infokom dan RTI Business.
Sektor apa yang paling menguat dan paling melemah?
Sektor industri memimpin penguatan, sementara sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,65%.
Apa penyebab utama pergerakan IHSG hari ini?
Sentimen hawkish dari Ketua The Fed Kevin Warsh terkait potensi kenaikan suku bunga AS pada September 2026 menjadi salah satu faktor penekan di awal sesi, sebelum aksi beli selektif pada saham big cap mendorong indeks berbalik menguat.
⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi pasar, bukan saran investasi. Keputusan jual-beli saham sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Konsultasikan dengan perencana keuangan atau penasihat investasi berizin OJK sebelum mengambil keputusan.